Ada kalanya rekan-rekan kerja di kantor bergantian mengambil jatah cuti untuk liburan, melepas penat dari rutinitas sekaligus mencari inspirasi baru dengan meninggalkan suasana kerja di kantor dan traveling ke luar negeri.
DBers mau traveling ke luar negeri, tapi khawatir dengan pengeluaran yang besar? Yuk, Simak 5 tips traveling hemat dengan anggaran terbatas hasil rangkuman Dokter Backpacker berikut ini!
- Tentukan waktu perjalanan sebelum atau setelah periode high season

Dalam dunia traveling, harga dan ketersediaan layanan juga dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Ketika DBers traveling di waktu high season, harga-harga akan lebih mahal, seperti harga tiket pesawat dan penginapan juga akan mahal dan terbatas karena sebelumnya orang-orang sudah memesan dari jauh-jauh hari.
Selain itu, meningkatnya jumlah pengunjung saat musim liburan juga menyebabkan destinasi wisata menjadi lebih padat. DBers bisa mempertimbangkan untuk traveling pada periode low season. Selain berpeluang mendapatkan harga yang lebih terjangkau, DBers juga bisa menikmati destinasi wisata dengan suasana yang lebih tenang dan nyaman.
- Pilih destinasi luar negeri yang menawarkan fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia

Proses pengurusan visa sering menjadi salah satu hal yang membuat banyak orang ragu-ragu bepergian ke luar negeri. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya dokumen yang perlu dipersiapkan, sehingga membutuhkan waktu dan usaha yang lebih untuk melengkapi seluruh persyaratan.
Biaya pengajuan visa juga cukup mahal, mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah, tergantung negara mana yang DBers ingin kunjungi. Ketika berupaya untuk mengajukan visa, akan selalu ada kemungkinan untuk ditolak.
Ada banyak destinasi negara liburan yang menarik yang bisa dikunjungi tanpa harus mengurus visa yang rumit. Mulai dari destinasi-destinasi yang populer seperti Maladewa, Krabi, Boracay dan Pulau Jeju hingga berbagai negara Asia Tenggara yang menawarkan kekayaan kuliner menggugah selera seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina dan Singapura.
DBers hanya perlu meluangkan waktu untuk menjelajahi berbagai referensi wisata dan menemukan kota-kota menarik yang bisa menjadi tujuan perjalanan berikutnya.
- Manfaatkan transportasi umum dan jelajahi destinasi dengan berjalan kaki

Setiap negara memiliki jaringan transportasi umum yang saling terhubung untuk memudahkan mobilitas masyarakat dan wisatawan. Pastikan DBers sudah memahami sistem yang berlaku di negara/destinasi tujuan traveling. Ada negara yang memiliki sistem jaringan kereta dengan jangkauan yang luas, dan ada juga negara lain yang mengandalkan bus untuk mencapai banyak titik destinasi wisata.
DBers perlu menyesuaikan penggunaan transportasi umum dengan itinerary yang sudah ada. Jangan lupa mencari tahu tentang tiket harian atau tiket terusan transportasi umum. Jika dibandingkan dengan membeli tiket untuk setiap perjalanan, pilihan ini sering kali lebih ekonomis, terutama bagi DBers yang berencana bepergian ke beberapa tempat dalam sehari.
- Sesuaikan pilihan makanan dengan kebutuhan selama perjalanan

Bagi sebagian orang, makanan bukanlah hal prioritas saat traveling. Tapi ada juga wisatawan yang mencari kesempatan untuk mencoba beragam kuliner khas sebagai bagian penting dari pengalaman travelingnya.
Agar pengeluaran tetap terkendali, DBers bisa menentukan anggaran makan harian sebelum memulai perjalanan. Sebagai contoh, DBers bisa mengalokasikan JPY 3.000 yen perhari saat traveling ke Jepang atau MYR 40 ringgit perhari ketika mengunjungi Malaysia sampai USD 30 dolar perhari saat traveling ke Amerika Serikat.
Dengan memisahkan biaya harian untuk makan, DBers bisa bebas melangkah setiap hari tanpa khawatir memikirkan harga seporsi makanan terlalu mahal selama biaya makan harian masih ada.
- Batasi pembelian oleh-oleh yang tidak diperlukan

Banyak traveler mengaku bahwa belanja oleh-oleh bisa menambah pengeluaran selama perjalanan. Apakah DBers juga mengalaminya? Jika demikian, pertimbangkan kembali siapa saja yang akan menerima oleh-oleh dan jenis buah tangan yang ingin dibeli. Sesuaikan jumlah penerima dengan anggaran yang tersedia. Bila perlu, prioritaskan keluarga dan teman terdekat agar pengeluaran tetap terkendali.
Oleh-oleh tidak selalu harus mahal. DBers bisa memilih suvenir sederhana, seperti gantungan kunci, magnet kulkas, atau camilan khas yang tersedia di supermarket. Untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau, pertimbangkan berbelanja di luar toko suvenir di kawasan wisata yang cenderung menawarkan harga lebih tinggi.
Perlu diingat, semakin banyak oleh-oleh yang dibeli, semakin besar pula kapasitas bagasi yang dibutuhkan. Jangan sampai pengeluaran untuk buah tangan bertambah karena DBers juga harus membayar biaya bagasi tambahan.
Di antara 5 tips liburan dengan anggaran terbatas di atas, manakah yang siap DBers coba praktikkan?