Liburan ke Jepang memang selalu punya daya tarik tersendiri. Mulai dari menikmati suasana kota Tokyo yang ramai, jalan-jalan di Kyoto dengan pemandangan tradisionalnya, hingga berburu kuliner khas Jepang. Namun, ada satu hal yang mungkin membuat DBers sedikit bingung saat pertama kali berkunjung, yaitu menggunakan transportasi umum.
Tenang, DBers tidak perlu khawatir! Jepang punya sistem transportasi umum yang sangat baik. Kereta, subway, bus, hingga Shinkansen bisa menjadi pilihan untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata.
Supaya perjalanan DBers lebih nyaman dan tidak kebingungan saat berada di Jepang, yuk simak beberapa tips berikut ini!
1. Gunakan Kartu IC agar Tidak Repot Beli Tiket

Kalau DBers berencana sering menggunakan kereta atau bus selama di Jepang, kartu IC bisa menjadi teman perjalanan yang sangat membantu.
Beberapa kartu yang cukup populer adalah Suica, PASMO, dan ICOCA. Cara menggunakannya juga gampang. DBers hanya perlu melakukan tap kartu pada mesin pembaca ketika masuk dan keluar stasiun.
Selain untuk transportasi, kartu ini juga bisa digunakan untuk berbelanja di sejumlah minimarket dan vending machine. Jadi, DBers tidak perlu repot membeli tiket setiap kali ingin naik kereta. Lebih praktis, bukan?
2. Andalkan Google Maps untuk Mencari Rute

Bagi yang baru pertama kali ke Jepang, melihat peta jalur kereta mungkin bisa membuat kepala sedikit pusing. Apalagi, ada banyak operator kereta dengan jalur yang berbeda-beda.
Nah, supaya tidak tersesat, DBers bisa memanfaatkan Google Maps. Cukup masukkan lokasi tujuan, kemudian aplikasi akan menunjukkan pilihan rute, jadwal keberangkatan, estimasi waktu, hingga biaya perjalanannya juga loh DBers.
Selain Google Maps, DBers juga bisa mencoba aplikasi Japan Travel by NAVITIME atau Japan Transit Planner. Tips kecil dari Dokter Backpacker, sebaiknya cek rute sebelum berangkat dari hotel. Dengan begitu, DBers tidak perlu kebingungan ketika sudah berada di stasiun.
3. Jangan Terpaku Menggunakan Kereta JR Saja

Mungkin DBers pernah mendengar tentang Japan Railways atau JR. Memang, JR merupakan salah satu operator kereta terbesar di Jepang. Namun, bukan berarti semua kereta di Jepang dikelola oleh JR. Di kota seperti Tokyo dan Osaka, ada juga Tokyo Metro, Toei Subway, serta berbagai perusahaan kereta swasta.
Jadi, jangan terpaku menggunakan JR saja, ya! Pilihlah transportasi berdasarkan rute yang paling praktis dan sesuai dengan tujuan perjalanan DBers. Terkadang, menggunakan subway justru bisa lebih cepat dan murah.
4. Jangan Lupa Belajar Cara Naik Bus di Jepang

Selain kereta, bus juga bisa menjadi pilihan menarik untuk menjelajahi Jepang. Apalagi, ada beberapa tempat wisata yang lokasinya cukup jauh dari stasiun.
Namun, perlu DBers ketahui bahwa sistem naik bus di Jepang bisa berbeda-beda. Ada bus yang penumpangnya masuk dari pintu belakang dan mengambil tiket bernomor, kemudian membayar sesuai jarak ketika turun. Ada juga bus yang menggunakan tarif tetap.
Jika DBers menggunakan bus dengan tiket bernomor, jangan lupa mengambil tiket saat naik. Ketika turun, cocokkan nomor tiket dengan tarif yang tertera pada layar. Oh iya, jangan lupa periksa apakah bus yang digunakan menerima kartu IC atau tidak. Siapkan uang tunai sebagai alternatif jika diperlukan.
5. Selalu Bawa Uang Tunai Yen

Meskipun Jepang sudah cukup maju dalam penggunaan pembayaran elektronik, bukan berarti semua transportasi umum menerima pembayaran digital.
Di beberapa daerah, DBers mungkin masih menemukan bus atau layanan transportasi yang mengharuskan pembayaran menggunakan uang tunai.
Karena itu, tidak ada salahnya membawa uang tunai yen secukupnya. Usahakan juga memiliki beberapa pecahan kecil agar lebih mudah ketika membayar ongkos bus atau membeli tiket. Dengan begitu, perjalanan DBers tidak terganggu hanya karena masalah pembayaran.
6. Hindari Naik Kereta Saat Jam Sibuk

DBers pasti pernah melihat video kereta di Jepang yang sangat padat hingga penumpangnya berdesakan. Nah, kondisi seperti ini memang bisa ditemukan, terutama di kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Biasanya, kereta cukup ramai pada pagi hari ketika masyarakat berangkat kerja dan sore hari saat jam pulang kantor.
Kalau jadwal perjalanan memungkinkan, cobalah menghindari jam-jam tersebut. Selain lebih nyaman, DBers juga bisa menikmati perjalanan tanpa harus berdesakan dengan penumpang lainnya. Apalagi kalau membawa koper besar, sebaiknya pilih waktu perjalanan yang lebih lengang.
7. Perhatikan Etika Saat Menggunakan Transportasi Umum

Selain terkenal dengan transportasinya yang teratur, Jepang juga memiliki kebiasaan dan etika yang perlu dihormati oleh setiap penumpang. Misalnya, jangan berbicara terlalu keras di dalam kereta, hindari menelepon, dan jangan menyerobot antrean ketika akan naik.
Kalau kereta sedang ramai, sebaiknya lepaskan ransel dari punggung agar tidak mengganggu penumpang lain. Hal-hal kecil seperti ini penting untuk diperhatikan. Selain menghormati masyarakat setempat, DBers juga bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.
8. Jangan Panik Saat Harus Berganti Kereta

Stasiun besar di Jepang seperti Shinjuku, Tokyo, dan Osaka memiliki banyak jalur serta pintu keluar. Bahkan, bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, mencari peron yang tepat bisa menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, jangan hanya memperhatikan nama stasiunnya. Perhatikan juga nomor jalur, arah kereta, dan petunjuk menuju peron.
Kalau harus berpindah kereta, ikuti papan petunjuk yang tersedia. Tidak perlu terburu-buru, apalagi jika DBers belum terlalu familiar dengan kondisi stasiun. Saran Dokter Backpacker, berikan waktu tambahan ketika menyusun itinerary. Jadi, DBers tidak perlu berlari-lari mengejar kereta berikutnya.
9. Hitung Dulu Sebelum Membeli Japan Rail Pass

Bagi DBers yang berencana mengunjungi beberapa kota sekaligus, mungkin pernah mendengar tentang Japan Rail Pass. Pass ini memungkinkan wisatawan menggunakan berbagai layanan kereta JR tertentu selama masa berlaku yang dipilih. Tersedia pilihan masa berlaku 7, 14, dan 21 hari.
Namun, jangan buru-buru membelinya hanya karena terlihat praktis. Coba hitung terlebih dahulu total biaya perjalanan yang akan DBers lakukan ya.
Jika hanya mengunjungi satu atau dua kota, membeli tiket satuan mungkin justru lebih murah. Sebaliknya, jika memiliki rencana perjalanan jarak jauh yang cukup padat, pass bisa menjadi pilihan yang menarik. Intinya, sesuaikan dengan itinerary dan anggaran liburan DBers.
10. Gunakan Sepatu yang Nyaman

Nah, tips terakhir ini mungkin terdengar sederhana, tetapi jangan sampai dilupakan! Saat berlibur ke Jepang menggunakan transportasi umum, DBers kemungkinan akan banyak berjalan kaki. Mulai dari berjalan menuju stasiun, berpindah peron, mencari pintu keluar, hingga menuju tempat wisata. Bahkan, terkadang jarak berjalan kaki di dalam stasiun saja sudah cukup jauh.
Jadi, pastikan DBers menggunakan sepatu yang nyaman. Jangan sampai liburan yang seharusnya menyenangkan justru terganggu karena kaki terasa sakit akibat terlalu banyak berjalan.
Nah, sekarang DBers sudah punya gambaran tentang cara menggunakan transportasi umum di Jepang. Sebenarnya, tidak terlalu sulit, kok! Asalkan sudah memahami cara menggunakan kartu IC, mengetahui rute perjalanan, dan mengikuti aturan yang berlaku.
Dengan memanfaatkan transportasi umum, DBers bisa menjelajahi berbagai destinasi di Jepang dengan lebih praktis sekaligus mengatur pengeluaran perjalanan. Jadi, sudah siap menjelajahi Jepang dengan kereta dan bus? Jangan lupa persiapkan itinerary dari sekarang agar liburan DBers semakin seru dan berkesan!